MALE'ER TV CHANNEL

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KAMI
MALE'ER TV CHANNELL ™Selamat Datang Di Website MALE'ER TV CHANNEL. | Mengabarkan berita ISLAMI, Cerita Islamic, Seputar produk Islamic, Dan Berita Hangat saat KINI™
Tampilkan postingan dengan label panglima bentankzz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panglima bentankzz. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2022

HUKUM MENGGANTI NAMA

HUKUM MENGGANTI NAMA YANG JELEK 

PERTANYAAN :
Assalamu'alaikum. Numpang tanya : Apabila orang tua memberi nama anaknya, setelah anak dewasa baru tahu nama itu dirasa kurang bagus / tepat menurut syariat bolehkah merubahnya ?? misalnya Nama Ayatul Husnah, mungikn lebih bagus / tepatnya Ayatul Husna atau Ayatul Hasanah. Matur Nuhun. [Hamba allah].
JAWABAN :

Wa alaikumus salaam warohmatulloh. Jika seseorang diberi nama dengn nama-nama yang jelas-jelas diharamkan seperti : 'abdul ka'bah, dll Maka merubahnya hukumnya wajib. Lihat Hasiyyah bajuri 2/305 :

و یجب تغییر الاسم الحرام علی الاقرب لانه من ازاله المنکر و ان تردد الرحمانی فی وجوبه و ندبه

* Hukum mengganti nama adalah mubah/boleh, bahkan sunah mengganti nama yang jelek menjadi nama yang bagus :

الموسوئة فقهية الجزء الحادى عشر ص: 337
” تغيير الإسم و تحسنه” 15- يجوز تغيير الإسم عموما ويسنّ تحسينه, فقدأخرج أبو داود فى سننه عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال: (5) قال رسو ل الله صّلعم:

إنّكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء أبائكم فأحسنوا أسماءكم وأخرج مسلم في صحيحه عن إبن عمر رضي الله عنهم: إنّ ابنة لعمر رضي الله عنه كانت يقال لها: إلى أن قال……. وقد {غير النبي صلى الله عليه وسلم الاسم الذي يدل على التزكية إلى غيره فقد غير اسم برة إلى جويرية أو زينب}. (15)

وقال أبو داود: {وغير النبي صلى الله عليه وسلم اسم العاص وعزيز وعتلة وشيطان والحكم وغراب وحباب وشهاب فسماه: هشاما وسمى حربا: سلما وسمى المضطجع: المنبعث وأرضا تسمى عفرة سماها: خضرة وشعب الضلالة سماه: شعب الهدى وبنو الزنية سماهم: بني الرشدة وسمى بني مغوية: بني رشدة }. هذا والفقهاء لايختلفون في جواز تغيير الإسم إلى إسم أخر وفى أنّ تغيير الإسم القبيح إلى الحسن هو من الأمور المطلوبة الّتي عليها ألشرع. وأجاز الحنابلة التّسميّة بأكثر من إسم. إه

* Makruh mempunyai nama nama yang buruk tapi tidak berdosa, dan sunnah mengganti nama buruk tersebut.

(18) مغني المحتاج الجزء الرابع ص:371 المؤلف:الشيخ شمس الدين، محمد بن أحمد الخطيب الشربيني الشافعي (المتوفى: 977هـ)
وتكره الأسماء القبيحة كالشيطان والظالم والشهاب وحمار وكليب وما يتطير بنفيه عادة كنجيح وبركة (6) لخبر لا تسمين غلامك أفلح ولا نجيحا ولا يسارا ولا رباحا فإنك إذا قلت أثم هو ؟ قال لا ويسن أن تغير الأسماء القبيحة وما يتطير بنفيه (7) لخبر مسلم أنه صلى الله عليه وسلم غير إسم عاصية وقال أنت جميلة.

* Sunnah hukumnya mengganti nama yang buruk atau tidak disukai menjadi nama yang baik.

شرح النووي على مسلم الجزء السابع صحـ 261
حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة حدثنا الحسن بن موسى حدثنا حماد بن سلمة عن عبيد الله عن نافع عن ابن عمر أن ابنة لعمر كانت يقال لها عاصية فسماها رسول الله صلى الله عليه وسلم جميلة قوله أن ابنة لعمر كان يقال لها عاصية فسماها رسول الله صلى الله عليه وسلم جميلة .

وفي الحديث الآخر ( كانت جويرية اسمها برة فحول رسول الله صلى الله عليه وسلم اسمها جويرية وكان يكره أن يقال خرج من عند برة ) وذكر في الحديثين الآخرين أن النبي صلى الله عليه وسلم غير اسم برة بنت أبي سلمة وبرة بنت جحش فسماهما زينب وزينب وقال ( لا تزكوا أنفسكم الله أعلم بأهل البر منكم ) معنى هذه الأحاديث تغيير الاسم القبيح أو المكروه إلى حسن وقد ثبت أحاديث بتغييره صلى الله عليه وسلم أسماء جماعة كثيرين من الصحابة وقد بين صلى الله عليه وسلم العلة في النوعين وما في معناهما وهي التزكية أو خوف التطير

Wallohu a'lam bis showab
Share:

Rabu, 02 Maret 2022

ADA APA DI BULAN SYA'BAN ???

AMALAN-AMALAN DI BULAN NISFU SYA'BAN
Malam nisfu Sya’ban memiliki keutamaan yang besar, ia termasuk waktu yang mustajabah dibuat berdoa. Perisitiwa-peristiwa besar terjadi di malam penuh berkah tersebut. Demikian pula dengan malam Lailatul Qadar, memiliki keistimewaan yang sangat agung. Ia adalah malam yang diharapkan oleh setiap Muslim di seluruh penjuru dunia. 

Allah memperlihatkan malam nisfu Sya’ban kepada siapa pun. Tidak ada yang dirahasiakan tentang terjadinya malam nisfu Sya’ban. Waktu dan tanggalnya sudah jelas dan tidak berubah-ubah di setiap tahunnya, yaitu malam tanggal 15 bulan Sya’ban. 

Berbeda dengan malam Lailatul Qadar. Allah sangat merahasiakan kapan malam seribu bulan tersebut terjadi. Bisa tanggal 21, 23, 25, 27 atau bahkan di sepanjang bulan Ramadlan berpotensi Lailatul Qadar, namun kapan persisnya benar-benar menjadi misteri. 

Pertanyaannya kemudian, mengapa Allah tak merahasiakan malam nisfu Sya’ban tapi merahasiakan Lailatul Qadar? Padahal, keduanya sama-sama malam yang dipenuhi limpahan rahmat.

Syekh Abdul Qadir al-Jilani menegaskan bahwa Lailatul Qadar dirahasiakan karena ia lebih dominan sisi rahmat dan ampunan di dalamnya. Barangsiapa menghidupi Lailatul Qadar, ia diberi kemuliaan dan pahala yang tidak terhingga. Oleh karena itu, Allah merahasiakannya agar umat Islam tidak mengandalkan Lailatul Qadar sebagai satu-satunya waktu untuk beribadah secara serius. Dengan dirahasiakannya Lailatul Qadar, semakin tampak siapa hamba yang betul-betul menjaga konsistensi ibadahnya dan siapa yang hanya beribadah secara musiman.

Hal ini berbeda dengan malam Nisfu Sya’ban. Meski di dalamnya dipenuhi limpahan rahmat, namun pada malam tersebut lebih dominan sisi “penentuan nasib” seorang manusia. Di malam nisfu Sya’ban, amal perbuatan manusia selama satu tahun dilaporkan di hadapan-Nya. Manusia diuji selama satu tahun, apakah ia semakin dekat dengan-Nya atau justru semakin diperbudak oleh nafsunya. Di malam tersebut Allah memberi keputusan siapa yang layak mendapat ridha-Nya dan siapa yang tertimpa azab-Nya. Di malam tersebut tampak siapa yang beruntung dan celaka. Oleh karena hal tersebut, malam nisfu Sya’ban tidak dirahasiakan oleh Allah. 
Syekh Abdul Qadir al-Jilani mengatakan:

وقيل إن الحكمة في أن الله تعالى أظهر ليلة البراءة وأخفى ليلة القدر لأن ليلة القدر ليلة الرحمة والغفران والعتق من النيران، أخفاها الله لئلا يتكلوا عليها 

“Dikatakan, hikmah Allah memperlihatkan malam pembebasan (nisfu Sya’ban) dan menyamarkan Lailatul Qadar adalah bahwa Lailatul Qadar merupakan malam kasih sayang, pengampunan, dan pemerdekaan dari neraka. Allah menyamarkan Lailatul Qadar agar para manusia tidak mengandalkannya.”

وأظهر ليلة البراءة لأنها ليلة الحكم والقضاء وليلة السخط والرضاء ليلة القبول والرد والوصول والصد، ليلة السعادة والشقاء والكرامة والنقاء فواحد فيها يسعد والآخر فيها يبعد، وواحد يجزى ويخزى وواحد يكرم وواحد يحرم، واحد يهجر وواحد يؤجر

“Dan Allah memperlihatkan malam pembebasan (nisfu Sya’ban) karena ia adalah malam penghakiman dan pemutusan, malam kemurkaan dan keridhaan, malam penerimaan dan penolakan, malam peyampaian dan penolakan, malam kebahagiaan dan kecelakaan, malam kemuliaan dan pembersihan. Sebagian orang beruntung, sebagian yang lain dijauhkan dari rahmat-Nya, ada yang dibalas pahala, ada pula yang dihinakan, ada yang dimuliakan, ada pula yang dicegah dari rahmat-Nya, salah seorang didiamkan, salah seorang diberi pahala.”  (Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, hal. 283)

Demikianlah hikmah mengapa Allah tidak merahasiakan malam nisfu Sya’ban. Semoga di malam nisfu Sya’ban kita termasuk dari hamba-hamba-Nya yang beruntung.

Share:

Selasa, 01 Maret 2022

HUKUM MAKAN SAMBIL BERBICARA

HUKUM MAKAN SAMBIL BERBICARA
PERTANYAAN :

Assalaamu alaikum wr wb. Kata orang-orang tua dulu jika makan tidak boleh sambil bicara, bagaimana hukumnya makan sambil berbicara menurut syare'at islam ? (Santriwati BOGOR)

JAWABAN :

Wa'alaikumsalam wr. wb. Boleh berbicara saat makan, namun tidak saat sedang mengunyah makanan (saat makanan ada di dalam mulut). Bahkan agar orang-orang yang sedang makan bersama merasa senang, sebenarnya dianjurkan berbicara yang baik-baik seperti memuji makanannya, bercerita tentang orang-orang shalih yang berkaitan dengan makanan dan lain-lain. Imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar menyatakan : “Bab dianjurkan berbicara ketika makan. Berkenaan dengan ini terdapat sebuah hadits yang dibawakan oleh Jabir radhiyallahu ‘anhu sebagaimana yang telah kami kemukakan dalam sub “Bab memuji makanan”. Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam kitab al-Ihya mengatakan bahwa termasuk etika makan ialah membicarakan hal-hal yang baik sambil makan, membicarakan kisah orang-orang yang shalih dalam makanan dan lainnya”. Wallahu a'lam. 

Referensi :
- kitab al-Adzkar Nawawi :

بابُ استحباب الكَلامِ على الطَّعام. فيه حديث جابر الذي قدَّمناه في ” باب مدح الطعام “.قال الإِمام أبو حامد الغزالي في ” الإِحياء ” من آداب الطعام أن يتحدَّثوا في حال أكله بالمعروف، ويتحدّثوا بحكايات الصالحين في الأطعمة وغيرها

- kitab ithafussadatil muttaqin (5/229) :

ويتحدثون بحكايات الصالحين في الاطعمة وغيرها) ليعتبروا بذلك ولكن لا يتكلم وهو يمضغ اللقمة فربما يبدو منها شئ فيقذر الطعام

- kitab Akhlaq lilbanin. (3/42) :
اخلاق للبنين : ج٣ ص٤٢
ومن الأدب أيضا : أن لا تشرب اوتتكلم واللقمة فى فمك

- kitab shohih muslim (14/7) :
صحيح مسلم (14/7
وَفِيهِ اِسْتِحْبَاب الْحَدِيث عَلَى الْأَكْل تَأْنِيسًا لِلْآكِلِينَ

Share:

Senin, 28 Februari 2022

HUKUM SHALAT TARAWIH SECARA SENDIRIAN (Tidak Berjamaah)

Hukum Shalat Tarawih Secara Sendirian "Munfarid" ( Tidak Berjama'ah )
PERTANYAAN :
Asalamu 'alaikum. Apakah seorang pekerja atau pedagang hingga larut malam boleh melakukan sholat tarawih di rumahnya sendirian? [Ahmad ALjabar Pemberani].
Assalamualaikum wr.wb. Mohon pencerahan : saya seorang buruh di peternakan ayam, dan kebetulan pas bulan puasa ini lagi mulai beternak, kandang tidak bisa ditinggal, karena malam hari anak ayam dikasih penghangat berupa kayu bakar, takut terjadi apa-apa di kandang (takut kebakaran, api mesti dijaga), maka bolehkah saya meninggalkan sholat taraweh? Saya orang yang tidak begitu faham tentang ilmu agama, pengen juga menjalankan taraweh di kandang ayam (ada pondok sekitar 2 m2) kondisi insya Allah bersih dari kotoran ayam, bolehkah sholat taraweh sendirian dan seadanya dengan ayat sebisanya ? Terimakasih atas jawaban dan pencerahannya. Assalamualaikum wr.wb. [Hwmba Allah].

JAWABAN :
Wa'alaikumsalam. Seorang pekerja atau pedagang hingga larut malam boleh dan sah melakukan sholat tarawih di rumahnya sendirian. Sebetulnya ada pendapat yang menyatakan shalat tarawih sendirian lebih utama daripada shalat tarowih berjama'ah, terutama bagi penghafal alqur'an yang tidak ditakutkan malas shalat tarowih sendirian serta jika ia shalat sendirian, di masjid tetap masih bisa berlangsung shalat tarawih berjama'ah.
وصلاة التراويح إنما تشرع في رمضان خاصة، وتسن فيها الجماعة وتصح فرادى
Dan shalat taraweh disyariatkan hanya tertentu di bulan ramadhan, disunahkan dalam menjalankannya secara berjama'ah tapi sah dikerjakan sendirian. [ al-Fiqhu al-Manhaji ‘alaa Madzhab al-Imam asy-Syafi’I hal.4 ].
Ibaroh lain :
كفاية الأخيار
وأما صلاة التراويح فلا شك في سنيتها، وانعقد الإجماع على ذلك. قاله غير واحد، ولا عبرة بشواذ الأقوال، وفي الصحيحين {من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه} وفيهما من حديث عائشة رضي الله عنها أنه عليه الصلاة والسلام {صلاها ليالي فصلوها معه ثم صلى في بيته بقية الشهر وقال إني خشيت أن تفرض عليكم فتعجزوا عنها} ثم إنه عليه الصلاة والسلام استمر على ذلك، وكذلك الصديق رضي الله عنه، وصدرا من خلافة الفاروق رضي الله عنه، ثم رأى الناس يصلونها في المسجد فرادى واثنين اثنين وثلاثة ثلاثة فجمعهم على أبي رضي الله عنه ووضب لهم عشرين ركعة وأجمع الصحابة معه على ذلك وفعل عمر ذلك لأمنه الافتراض، وسميت بالتراويح لأنهم كانوا يستريحون بعد كل تسليمتين وينوي في كل ركعتين التراويح أو قيام رمضان ولو صلاها أربعا بتسليمة لم يصح بخلاف ما لو صلى سنة الظهر أربعا بتسليمة فإنه يصح، والفرق أن ا لتراويح شرعت فيها الجماعة فأشبهت الفرائض فلا تغير عما وردت، ووقتها ما بين صلاة العشاء وطلوع الفجر الثاني، وفعلها في الجماعة أفضل لما مر، وقيل الانفراد أفضل كسائر النوافل، وقيل إن كان حافظا للقرآن أمنا من الكسل ولم تختل الجماعة بتخلفه فالانفراد أفضل وإلا فالجماعة أفضل والله أعلم.
المجموع شرح المهذب
وسبب هذا الخلاف أن الشافعي رحمه الله ، قال في المختصر : وأما قيام شهر رمضان فصلاة المنفرد أحب إلي منه . قال إمام الحرمين : فمن أصحابنا من قال : مراد الشافعي أن الانفراد بالتراويح أفضل من إقامتها جماعة ،
المجموع شرح المهذب
( أما حكم المسألة ) فصلاة التراويح سنة بإجماع العلماء ، ومذهبنا أنها عشرون ركعة بعشر تسليمات وتجوز منفردا وجماعة ، وأيهما أفضل ؟ فيه وجهان مشهوران كما ذكر المصنف ، وحكاهما جماعة قولين ( الصحيح ) باتفاق الأصحاب أن الجماعة أفضل ، وهو المنصوص في البويطي ، وبه قال أكثر أصحابنا المتقدمين .
( الثاني ) الانفراد أفضل ، وقد ذكر المصنف دليلهما . قال أصحابنا العراقيون والصيدلاني والبغوي وغيرهما من الخراسانيين : الخلاف فيمن يحفظ القرآن ولا يخاف الكسل عنها لو انفرد ، ولا تختل الجماعة في المسجد لتخلفه . فإن فقد أحد هذه الأمور فالجماعة أفضل بلا خلاف

Wallohu a'lam.
Share:

Minggu, 27 Februari 2022

APA SAJA YANG BISA DI JADIKAN MAHAR NIKAH (mas kawin)?

 APA SAJA YANG BISA DIJADIKAN MAHAR NIKAH ( MAS KAWIN ) ?
PERTANYAAN :
Assalamualaikum wr wb. Para yai yang mulia. Mahar yang seperti apakah yang dibolehkan, menurut pandangan agama ?. Terimakasih. [Hamba allah].

JAWABAN :

Waalaikumussalam. Mahar yang bermanfaat bagi pengantin wanita, walau berupa cincin dari besi. Sedangkan yang Sunah, mahar itu dari perak yang tidak lebih dari 500 dirham (mahar putr-putri Nabi saw) dan tidak kurang dari 10 dirham. Berat 1 dirham perak itu setara dengan 2,715 gram perak. 
Di masyarakat yang banyak beredar itu jenis perak 925 yang biasanya memiliki persentase kandungan 92,5% perak murni dipadukan dengan 7,5% tembaga. Sedang jenis Fine 999 Silver memiliki karakteristik yang mendekati elemen paling murni dari perak. Makna dari 999 adalah memiliki kadar 99,9% kadar perak murni, sedangkan 0,1% sisanya adalah jejak elemen dengan kualitas yang tidak signifikan.
Perak 925 yang beredar di pasaran Indonesia biasanya dalam wujud yang sudah diolah menjadi perhiasan, misalnya saja cincin, kalung, gelang, giwang/anting, dan sebagainya. Ada juga beberapa penjual yang menawarkan bahan perak murni 925 dengan harga sekitar Rp 12.800 per gram (tahun 2019). Sedangkan untuk perak 925 yang sudah dibentuk jadi perhiasan cincin seberat 1,5 gram harganya mulai Rp 35.500 saja. Cukup murah bukan? Sedangkan di luar negeri sana harga 925 sterling silver berkisar antara USD0,5-1,2 atau sekitar Rp 7 ribuan hingga Rp 16 ribuan per gram. Wallohu a'lam. [Muhammad Sibawaeh, Moh Showi, Haromain Nain].

Ibarot :

مغني المحتاج إلى معرفة ألفاظ المنهاج ج ١٢ ص ٤٥٢
ـ ( وَ ) لَا تَتَقَدَّرُ صِحَّةُ الصَّدَاقِ بِشَيْءٍ لِقَوْلِهِ تَعَالَى : { أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ } [ النِّسَاءُ ] فَلَمْ يُقَدِّرْهُ ، { وَقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْتَمِسْ وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ } بَلْ ضَابِطُهُ كُلُّ ( مَا صَحَّ ) كَوْنُهُ ( مَبِيعًا ) عِوَضًا أَوْ مُعَوَّضًا عَيْنًا أَوْ دَيْنًا أَوْ مَنْفَعَةً كَثِيرًا أَوْ قَلِيلًا مَا لَمْ يَنْتَهِ فِي الْقِلَّةِ إلَى حَدٍّ لَا يُتَمَوَّلُ ( صَحَّ ) كَوْنُهُ ( صَدَاقًا ) وَمَالًا فَلَا ، فَإِنْ عُقِدَ بِمَا لَا يُتَمَوَّلُ وَلَا يُقَابَلُ بِمُتَمَوَّلٍ فَسَدَتْ التَّسْمِيَةُ وَرَجَعَ لِمَهْرِ الْمِثْلِ ، وَمَثَّلَ لَهُ الصَّيْمَرِيُّ بِالنَّوَاةِ وَالْحَصَاةِ وَقِشْرَةِ الْبَصَلَةِ وَقُمْعِ الْبَاذِنْجَانَةِ .

فتح المعين 
(سن) ولو في تزويج أمته بعبده ذكر صداق في عقد) وكونه من فضة، للاتباع فيهما، وعدم زيادة على خمسمائة درهم أصدقة بناته (ص) أو نقصان عن عشرة دراهم

اعانة الطالبين
(وما صح) كونه (ثمنا صح) كونه (صداقا) وإن قل لصحة كونه عوضا فإن عقد بما لا يتمول، كنواة وحصاة وقمع باذنجان وترك حد قذف، فسدت التسمية لخروجه عن العوضية

الفقه الإسلامي وأدلته
ضابط ما يصلح مهراً عند الشافعية والحنابلة (1):
قالوا: كل ما صح مبيعاً صح صداقاً، أو كل ما صح ثمناً أو أجرة، صح مهراً وإن قل، وهو كل متمول سواء أكان عيناً أم ديناً، معجلاً ومؤجلاً، عملاً ومنفعة معلومة، كرعاية غنمها مدة معلومة، وخياطة ثوبها، ورد آبقها من موضع معين، وخدمة مدة معينة، وتعليم القرآن أو شيء من الشعر المباح أو الأدب، أو تعليم كتابة أو صنعة وغيرها من المنافع المباحة، لقوله تعالى حكاية عن شعيب مع موسى عليهما السلام: {إني أريد أن أنكحك إحدى ابنتي هاتين، على أن تأجرني ثماني حِجَج} [القصص:27/ 28] ولأن الزواج عقد على المنفعة فجاز بما ذكر كالإجارة، ولأن منفعة الحر يجوز أخذ العوض عنها في الإجارة، فجازت صداقاً، وللحديث المتقدم: «قد زوجتكها بما معك من القرآن».
(1) مغني المحتاج: 220/ 3، 225، المهذب: 56/ 2، كشاف القناع: 143/ 5 - 147، المغني: 687/ 6، 694 - 698


Share:
™Selamat Menikmati Di Website MALE'ER TV CHANNEL. | Mengabarkan berita ISLAMI, Cerita Islamic, Seputar produk Islamic, Dan Berita Hangat saat KINI™

Blog Archive

Ikuti DI YOUTUBE

Pengikut kami

KATA PENGANTAR

PERTAHANKAN GILAMU NAK, KARENA SADAR ITU MENYAKITKAN

Support

MR.KEHEULADACK IS SANTUY